before the flu

Back To Zero

  • You are here: 
  • Home
  • Pancasila Sakti

Pancasila Sakti

Posted on February 13th, 2008

“Dengan berkat rahmat Allah”, demikian kita tuliskan pada Mukaddimah UUD 1945, kita bangsa indonesia telah mencapai kemerdekaan. Tanah air yang indah ini diakui sebagai anugrah dari Tuhan kepada kita. Lalu kita memutuskan untuk menerima pula Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada kesempatan ini saya ingin mengatakan “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”.

Sila pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan memang percaya kepada ADAnya Tuhan Yang Maha Esa, Tunggal, Satu, Widhi. Sebab itu untuk memelihara pancasila itu menurut keyakinan saya tidak ada lain jalannya yaitu menjadi muslim yang baik, seorang Muslim yang taat kepada Allah. Saya bersukur kepada Allah yang telah menganugrahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga tanah air saya ini merdeka.

Dan saya tidak dapat keluar dari garis itu atau memberi lebih dari itu. Sebagai seorang Muslim saya tidak dapat meletakkan Pancasila jadi nomor satu, lalu islam saya letakkan dibawah naungan Pancasila, melainkan sebaliknya seperti yang saya katakan tadi. Saya akan berusaha sebagai muslim sejati, niscaya tidak dapat lain saya akan jadi Pancasilais sejati.

Kalimat-kalimat diatas saya kutip dari penutup buku Prof. DR. Hamka - Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Kebenaran. Yang di keluarkan oleh yayasan idayu di Jakarta 1983 buku ini di terbitkan bersumber dari ceramah Hamka pada tanggal 30 September 1975 di gedung Kebangkitan Nasional Jakarta.

Dalam buku sejarah kita ketahui Pancasila dikemukakan oleh Ir. Soekarno saat mengemukakan Dasar-Dasar Negara Indonesia Merdeka pada saat pidatonya di sidang BPUK 1 Juni 1945. Sat itu calon presiden Indonesia 1 ini mengemukakan 5 hal yang kemudian dianggap sebagai falsafah negara setelah mengalami beberapa proses penyesuaian dan perbaikan.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan

Muh. Yamin kemudian mengusulkan nama Pancasila buat rumusan itu, penjelasan terhadap itu dikemukakan tanggal 1 juni 1945 diterima baik oleh BPUPK dan 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahir Pancasila. Kemudian Pancasila itu dirubah urutannya menurut kepentingan rakyat dan negara indonesia yang sekarang ini:

  1. Ketuhanan Yang Mahaesa
  2. Kemanusiaan Yang adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaraktan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Waktu dulu pertama kali Pancasila itu dikenalkan ke saya pada saat saya kecil dimulai dari tk terus SD dan seterusnya saya tidak dapat memahami “Pancasila Sakti” ungkapan yang sering dipakai untuk menggambarkan betapa pentingnya Rumusan tersebut dijadikan sebagai falsah negara. Akan tetapi setelah mendengar pemahaman pancasila ini dari seorang khotib di daerah kelahiran saya Pekanbaru ketika kothbah Juma’at membuat saya begitu terperangah karna Pancasila itu ternyata tidak disusun asal dan memiliki arti yang sangat mendalam.

Saya tak dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat lagi. Maka dengan demikian biarlah saya mengaku-ngaku bahwa di bawah ini adalah pengertian Pancasila menurut yang saya pahami sekarang karna pengaruh dari agama yang saya peluk. Sebagai umat muslim saya hanya mengakui satu Tuhan yaitu Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa mufrat Tunggal. Tempat berlindung dan meminta dimana kasih sayang-Nya dapat menunjukkan jalan yang lurus bagi umatnya guna meniti jembatan yang tipis dalam kehidupan yang selalu memberikan batasan-batasan yang tipis terhadap benar dan salah. Jadi kemerdekaan dan kebebasan yang didapat bangsa Indonesia ketika memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu telah memberikan saya kewarganegaraan Indonesia karna terlahir dari bapak dan ibu warga negara Indonesia. Kehidupan dan napas yang dititpkan kepada saya ketika saya dilahirkan di negara republik Indonesia yang memperoleh kemerdekaan sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa cukup membuat saya mempercayai sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai suatu falsafah hidup.

Sebagai umat beragama yang mengakui Tuhan itu Esa maka saya dapat menyadari benar bahwa saya adalah mahkluk-Nya sama seperti Warga Negara Indonesia lainnya yang dilahirkan dan memperoleh anugrah yang sama dari Tuhan yang Esa berupa kehidupan. Oleh karna kehidupan itu adalah anugrah dan pemberian maka saya menghargai kehidupan lainnya sama seperti kehidupan saya sendiri sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Untuk itu saya harus dapat bersifat manusiawi dan dapat adil kepada manusia lain untuk dapat dianggap sebagai makhluk yang beradap karna telah diberi kehidupan yang sebenarnya bukan milik saya.

Menyadari benar bahwa sisi kemanusiaan itu maka saya merasa begitu dekat dengan saudara2 saya sebangsa dan setanah air ini karna pada dasarnya kehidupan mereka juga adalah anugrah dari Yang Maha Esa sama halnya seperti saya. Persaudaraan dan kesamaan dasar inilah yang saya rasa dapat menyatukan seluruh WNI didalam satu organisasi yang telah dianugrahkan kepada seluruh penduduk yang bernaung didalam Negara Republik Indonesia ini. Persatuan yang dilakukan oleh orang-orang yang manusiawi dan adil terhadap manusia lain sehingga menghasilkan masyarakat yang beradab.

Dikarenakan begitu banyaknya orang yang terlibat dalam persatuan itu maka akan terdapat banyak kepentingan dari masing-masing orang yang menyatukan diri dalam wadah tersebut dalam hal ini adalah Negara Indonesia. Orang-orang itu kemudian dapat kita bilang sebagai rakyat atau masyarakat. Orang yang banyak itu berkumpul bermula dari kesadaran bahwa masing-masing memiliki kehidupan sebagai anugrah dari Yang Maha Esa. Untuk itu seharusnya ketika mereka mengeluarkan pendapat dan keinginan mereka didalam persatuan tadi hendaknya dipimpin oleh Hikmah (Hikmah menurut kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan nasional adalah kebijaksanaan dari Allah) jadi segala kebijaksanaan adalah juga anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu tiap-tiap orang yang berbicara dalam sebuah musyawarah hendaknya dapat mewakili manusia lain untuk itu diperlukan kebijaksanaan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain bahwa wakil-wakil tadi harus percaya dan mengerti sila pertama agar memperoleh kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jika wakil-wakil rakyat yang bersatu dalam permusyawarakatan tadi kemudian dipilih menjadi orang yang menjadi pemimpin maka ia telah memiliki kebijaksanaan yang disadari benar diperoleh dari anugrah Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya maka segala keputusan dan “kebijaksanaan” yang dikeluarkan pemimpin tadi akan dapat memberikan keadilan bagi seluruh rakyat yang bernaung dalam persatuan kemasyarakatan Negara Republik Indonesia.

Begitulah pemahaman tentang Pancasila yang saya dapat dari salah satu ceramah keagamaan yang saya peroleh karena saya adalah seorang muslim. Saya sekarang sama halnya dengan tulisan Hamka diatas “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”


Tulisan Terkait:

Tags: , , , , ,
Filed under Transcendental idealism |

13 Responses to “Pancasila Sakti”

  1. edy Says:
    February 13th, 2008 at 7:33 am

    pancasila ga pake istilah pertamax yak :mrgreen:
    tapi sepertinya kesaktian pancasila udah berkurang jauh
    terbukti wakil rakyat dan pejabat banyak yag asik sendiri

    edy’s last blog post..Polling: Merek Motor Anda?

    yup saya rasa juga begitu, huhuhuhu

  2. Mbelgedez Says:
    February 13th, 2008 at 8:36 am

    Lho ?!
    Bukannya Pancasila itu soal Doktrin kebangsaan, Bedh ???

    Kan ndak ada hubungannya sama agama to ???

    (maklum kalok sayah nyang oon….)

    Mbelgedez’s last blog post..DUA PERUSAHAAN DALAM SATU ATAP (4)

    huhuhu yah itu memang kesalahan saya om :D
    saya belum bisa menuliskannya lebih jelas dengan bahasa yang lebih baik bahwa ini adalah pengalaman saya mengenal pancasila karna di kenalakan oleh seorang ulama di sebuah acara agama. :D

  3. Goop Says:
    February 13th, 2008 at 9:01 am

    Pancasila sebagai pandangan hidup, pegangan hidup, identitas diri, kepribadian, dan lain-lain…
    PPKn jaman SMP :D
    namun, baru tau sekarang kalo ternyata begitu dekat hubungannya dengan religi.
    apakah kebangsaan juga sahabat baik religi??

    Goop’s last blog post..Engine

    saya tak tau mereka sahabatan atau kerabat dekat tapi yang jelas ternyata saya mengenal pancasila dari kamarnya religi :D

  4. Zee Says:
    February 13th, 2008 at 9:13 am

    Klo sy mikirnya Pancasila itu adalah pegangan utk rakyat Indonesia dlm bertindak tanduk, sbg bentuk prinsip bangsa. Kereligiusan diterjemahkan ke dalam sila yg dapat menyatukan keragaman agama/kepercayaan di Indonesia ini.

    Zee’s last blog post..Ini Pe-eR ya…?

    yup benar banget seharusnya agama adalah alat untuk mempersatukan bangsa karna pancasila yang saya pahami tak pernah bertentangan dengan agama. jadi seharusnya agama bukanlah alat untuk memecah belah.

  5. sawali tuhusetya Says:
    February 13th, 2008 at 5:08 pm

    bicara ttg pancasila, saya jadi sedih ketika pancasila tinggal menjadi sebuah doktrin yang mesti dihafalkan. padahal, esensinya, justru terletak bagaimana menjadikan pancasila sebagai way of life yang bener2 menjadi roh bangsa ini di tengah2 peradaban global. jangan sampek pola2 indoktrinasi semacam itu “meracuni” anak2 negeri ini sehingga punya pemahaman bahwa “yang penting hafal pancasila”. walah, repot jugak!

    sawali tuhusetya’s last blog post..Surat Terbuka buat Triyanto Triwikromo

    yup saya setuju tapi itulah maksud saya dengan postingan ini, saya justru baru memahami pancasila setelah mendengar kotbah khotib bukan dari negarawan dan juga guru-guru saya di sekolah. bukan berarti guru-guru sekolah tidak memberikan pelajaran tentang pancasila tapi mereka memberikan pelajaran ini menjadi suatu pelajaran yang membosankan dan tak kelihatan kegunaannya di kehidupan sehari-hari. karna tidak terasa perbuatan saya di keseharian waktu itu bahwa saya adalah orang yang mempercayai pancasila sebagai suatu falsafah negara dan berbangsa. repot memang pak, menyedihkan juga….
    ————————————–
    sebenernya saya mengenal bangsa indonesia waktu kecil dari pelajaran Pancasila di sekolah loh pak seperti yang saya bilang di koment saya di blog bapak. tapi saya mengenal pancasila sendiri justru diluar bangku sekolah. :( mudah2an comment saya di comment bapak ini tidak di salah mengertikan. cuma sedikit usulan terhadap pendidikan tentang pancasila kepada seorang guru yang pasti bisa membumikan pancasila ini kembali.

  6. qzink666 Says:
    February 13th, 2008 at 6:16 pm

    Saya juga percaya pancasila, karena saya orang Indonesia..
    Terlepas dari apakah itu mampu memakmurkan rakyatnya atau gak lho ya..
    eh, percaya bukan berarti beriman kan??

    qzink666’s last blog post..Critique of Pure Reason

    jika dimulut berkata iya tapi hati berkata tidak apa masih bisa di sebut jujur ? karna percaya yang keluar dari mulut hanyalah kata-kata tapi keimanan adalah persoalan hati. jika mulut berkata iya tapi hati berkata tidak masihkah patutkah mengaku warga negara yang mempercayai pancasila sebagai falsafah hidup bangsa? tinggal menunggu waktu pancasila hanya sebuah hapalan yang harus dihapalkan tanpa di amalkan.

  7. qzink666 Says:
    February 13th, 2008 at 6:18 pm

    Duh salah ketik, bro..
    Menerima maksutnya..
    Percaya=menerima.

    qzink666’s last blog post..Critique of Pure Reason

    saya percaya kok huhuhuhu

  8. Praditya Says:
    February 13th, 2008 at 9:23 pm

    Hmm… Pancasila bukannya sekarang hanya sekedar formalitas saja? :mrgreen:

    Praditya’s last blog post..Yeah, Ke Dufan!

    iya dit, saya rasa itu ada benarnya. tapi masa sih mo begitu terus… ya gak sih?

  9. bayu Says:
    February 14th, 2008 at 12:03 am

    njis,.. bedh idolakuh!!!!
    kereeeen kaaaalliiiiii neeeehhh!!!!

    saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim

    setuju!

    *jabat tangan*

    *minta kopinya dong,..*

    bayu’s last blog post..My Nu WP Themes

    ditunggu balik ke bandung, huhuhuhu

  10. stey Says:
    February 14th, 2008 at 3:12 pm

    Pancasila..salah satu warisan yang samapi sekarang masih membuat saya terkagum2 betapa para pemimpin dan wakil rakyat jaman dulu yang bisa bikin Dasar Negara yang ga abis dimakan jaman..two thumbs up!!

    stey’s last blog post..Saya ga suka..tapi..

    yoi, saya juga nggak nyangka me bisa segitunya huhuhuhu

  11. zal Says:
    February 18th, 2008 at 12:54 am

    ::saya jadi teringat ama P4, sayangnya setiap apapun lebih banyak diperdebatkan ketimbang dilaksanakan…. akhirnya P4(yg mungkin engga ada hari kesaktiannya..) dikebumikan…., semoga banyak yg membumikannya kedalam dirinya yg juga bumi… :lol:

    zal’s last blog post..Perjalanan Setetes Air…

    huhuhu berasa banget kalo lagi di bumikan. huhuhuhu

  12. Rosyidi Says:
    February 18th, 2008 at 6:03 pm

    Dulu ada ustad yg ngomong gini : “Pancasila kenapa koq sakti? emangnya keris? Kalo Allah mengizinkan dengan mudah Pancasila dibinasakan dari muka bumi ini. Karena itu jangan terlalu mengaggung2kan sesuatu melebihi Allah”
    Emang kenapa sih koq dibilang sakti? Bisa bantu jawab gak?

    Rosyidi’s last blog post..Apapun yang Terjadi Patut disyukuri

    lah kenapa keris sakti? keris nggak bisa apa2 kalau keris nggak ada apa2. rumah sakit yang sakit juga bukan rumahnya. penjara hina yang hina juga bukan penjaranya. pancasila sakti juga saya rasa bukan karna pancasilanya tapi menurut agama dan kepercayaan saya karna apa yang ada didalam kandungannya. terutama sila pertama. tapi itu juga bukan karena kata-katanya tapi lebih dari apa yang dikatakannya. dan selaku umat muslim yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa saya tak percaya Alalh menurun kan azabnya hanya karena Allah merasa perlu diagung-agungkan. karna tanpa memuji dan mengagung2kannya Dia toh tetap Agung dan melebihi segalanya.
    maafkan kalau jawaban saya kurang memuaskan karna saya bukan ahlinya. :D

  13. altodes Says:
    February 21st, 2008 at 10:11 am

    seorang muslim adalah seorang yang menjadikan islam sebagai pandangan hidup, pegangan hidup, identitas, dan kepribadian.

    jika anda menjadikan pancasila sebagai pandangan, identitas, kepribadian anda, pantaskah anda disebut sbagai muslim?

    otak manusia tidak akan pernah sempurna, maka aturan buatan manusia tidak akan pernah sempurna. aturan manusia takkan pernah bisa mengatur manusia itu sendiri. kayak komputer tanpa operator gt. anda bs melihat banyak masalah yg tidak bs diselesaikan dg aturan manusia :pancasila dan uud.

    aturan yg sempurna adalah aturan Tuhan, pencipta kita. selama kita tidak melaksanakan aturan Tuhan ya kekacauan yg kita dapatkan.

    al anfal 73 : ‘jika kamu tidak melaksanakan apa yg telah diperintahkan ALLAH, niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yg besar’–> itulah yg terjadi saat ini….

    ayo dong laksanakan aturan Tuhan, biar dunia gak kacau ky gini

    yup saya rasa itu benar, jika semua manusia menjalankan perintah Tuhan maka tidak akan ada perpecahan dikarenakan perbedaan :D

Leave a Reply