8-9 april 2008
Posted on April 9th, 2008
pada tanggal 8 april 1994 sebenernya saya ada disamping kurt cobain, dia berulangkali curhat sebelum akhirnya dengan tegas mengatakan keputusannya kepada saya. saya berungkali mengatakan kepadanya untuk tidak menarik pelatuk pistol yang di genggamnya dan untuk tetap fokus dengan heroin yang sudah tiga kali disuntikkan ke tubuhnya itu. saya berulangkali mengingatkan kepadanya untuk “mengucap” dan mengingat Tuhan dan mengatakan kepadanya bahwa suicide adalah perbuatan rendah penakut dan tak bertanggung jawab, kasihan fansnya yang ribuan bahkan jutaan itu nanti bakal menangis dan meratapi nantinya.
tapi entah apa yang membuatnya begitu yakin akan keputusannya itu dan menjawab: “bagaimana kalau saya tidak menyesal?” saya sempat terkejut mendengar jawabannya saat itu, setidaknya 10 detik saya terdiam tak tau harus berkata apa mendengar jawabannya itu. kemudian saya kembali terkejut dengan kalimat yang keluar dari mulutnya kemudian, “saya mau liat reaksi Tuhan nanti sewaktu menerima saya di alam sana, saya mau nunjukin ke Dia kalau ternyata sudah gagal menciptakan saya, hahahahahahahah” …..DUAR.
sementara itu pada tanggal di chicago tanggal 9 april 1926 lahir seorang yang nantinya akan memuaskan para pria dengan tubuh2 wanita. bayi itu kemudian diberi nama Hugh Marston Hefner. seseorang yang sangat berjasa dengan mengabadikan keindahan tubuh wanita dikemudian hari ke dalam lembaran2 kertas majalah yang kemudian menjadi sangat populer dan fenomenal yaitu “playboy”. saya sangat mengaguminya dengan konsistensinya untuk tetap cabul hingga umurnya yang mendekati habis kontrak itu.
dinegara saya tercinta ini pada tanggal 9 april diperingati sebagai hari peringatan hari penerbangan nasional, waktu yang tepat untuk memperingati kematian adam air. selamat ulang tahun TNI AU.
beberapa tahun yang lalu tepatnya tanggal 9 april 1945 BPUPKI dibentuk, badan yang kemudian dalam rapatnya menampilkan 3 orang ksatria yang berhasil mengemukakan dasar bagi negara kita sekarang. dalam rapat pertamanya inilah kemudian muncul dasar-dasar atau pondasi bagi dasar negara kita yaitu Pancasila. berturut-turut dari moh. Yamin tanggal 29 Mei, Prof. Dr. Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945, dan 1 Juni 1945 oleh Ir. Soekarno. Dari dasar pemikiran ketiga orang itulah kemudian Pancasila kemudian di susun seperti sekarang.
pada tanggal 9 april 2008 elex media mengeluarkan 13 komik, Ruler of the land dan piano hutan tak termasuk diantaranya, menyebalkan.
ternyata banyak juga hal-hal yang penting terjadi antara tanggal 8 sampai 9 april dimana saya sedang duduk di depan komputer dan berselancar ke dunia maya. pada tanggal segitu di tahun 2008 ini. benar-benar mencengangkan….huhuhu saya tau ini terlalu mendramatisir. saya tidak akan menyianyiakan hari ini. saya sudah bertekat, tekat saya bulat. saya akan keluar rumah …… membeli lontong padang uni.
Tags: Cerita, favorite, fun, negara, pancasila, Purba, sejarah, Transcendent
Filed under chiffonier | 40 Comments »
Pancasila Sakti
Posted on February 13th, 2008
“Dengan berkat rahmat Allah”, demikian kita tuliskan pada Mukaddimah UUD 1945, kita bangsa indonesia telah mencapai kemerdekaan. Tanah air yang indah ini diakui sebagai anugrah dari Tuhan kepada kita. Lalu kita memutuskan untuk menerima pula Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada kesempatan ini saya ingin mengatakan “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”.
Sila pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan memang percaya kepada ADAnya Tuhan Yang Maha Esa, Tunggal, Satu, Widhi. Sebab itu untuk memelihara pancasila itu menurut keyakinan saya tidak ada lain jalannya yaitu menjadi muslim yang baik, seorang Muslim yang taat kepada Allah. Saya bersukur kepada Allah yang telah menganugrahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga tanah air saya ini merdeka.
Dan saya tidak dapat keluar dari garis itu atau memberi lebih dari itu. Sebagai seorang Muslim saya tidak dapat meletakkan Pancasila jadi nomor satu, lalu islam saya letakkan dibawah naungan Pancasila, melainkan sebaliknya seperti yang saya katakan tadi. Saya akan berusaha sebagai muslim sejati, niscaya tidak dapat lain saya akan jadi Pancasilais sejati.
Kalimat-kalimat diatas saya kutip dari penutup buku Prof. DR. Hamka - Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Kebenaran. Yang di keluarkan oleh yayasan idayu di Jakarta 1983 buku ini di terbitkan bersumber dari ceramah Hamka pada tanggal 30 September 1975 di gedung Kebangkitan Nasional Jakarta.
Dalam buku sejarah kita ketahui Pancasila dikemukakan oleh Ir. Soekarno saat mengemukakan Dasar-Dasar Negara Indonesia Merdeka pada saat pidatonya di sidang BPUK 1 Juni 1945. Sat itu calon presiden Indonesia 1 ini mengemukakan 5 hal yang kemudian dianggap sebagai falsafah negara setelah mengalami beberapa proses penyesuaian dan perbaikan.
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau peri kemanusiaan
- Mufakat atau demokrasi
- Kesejahteraan sosial
- Ketuhanan
Muh. Yamin kemudian mengusulkan nama Pancasila buat rumusan itu, penjelasan terhadap itu dikemukakan tanggal 1 juni 1945 diterima baik oleh BPUPK dan 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahir Pancasila. Kemudian Pancasila itu dirubah urutannya menurut kepentingan rakyat dan negara indonesia yang sekarang ini:
- Ketuhanan Yang Mahaesa
- Kemanusiaan Yang adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaraktan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Waktu dulu pertama kali Pancasila itu dikenalkan ke saya pada saat saya kecil dimulai dari tk terus SD dan seterusnya saya tidak dapat memahami “Pancasila Sakti” ungkapan yang sering dipakai untuk menggambarkan betapa pentingnya Rumusan tersebut dijadikan sebagai falsah negara. Akan tetapi setelah mendengar pemahaman pancasila ini dari seorang khotib di daerah kelahiran saya Pekanbaru ketika kothbah Juma’at membuat saya begitu terperangah karna Pancasila itu ternyata tidak disusun asal dan memiliki arti yang sangat mendalam.
Saya tak dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat lagi. Maka dengan demikian biarlah saya mengaku-ngaku bahwa di bawah ini adalah pengertian Pancasila menurut yang saya pahami sekarang karna pengaruh dari agama yang saya peluk. Sebagai umat muslim saya hanya mengakui satu Tuhan yaitu Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa mufrat Tunggal. Tempat berlindung dan meminta dimana kasih sayang-Nya dapat menunjukkan jalan yang lurus bagi umatnya guna meniti jembatan yang tipis dalam kehidupan yang selalu memberikan batasan-batasan yang tipis terhadap benar dan salah. Jadi kemerdekaan dan kebebasan yang didapat bangsa Indonesia ketika memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu telah memberikan saya kewarganegaraan Indonesia karna terlahir dari bapak dan ibu warga negara Indonesia. Kehidupan dan napas yang dititpkan kepada saya ketika saya dilahirkan di negara republik Indonesia yang memperoleh kemerdekaan sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa cukup membuat saya mempercayai sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai suatu falsafah hidup.
Sebagai umat beragama yang mengakui Tuhan itu Esa maka saya dapat menyadari benar bahwa saya adalah mahkluk-Nya sama seperti Warga Negara Indonesia lainnya yang dilahirkan dan memperoleh anugrah yang sama dari Tuhan yang Esa berupa kehidupan. Oleh karna kehidupan itu adalah anugrah dan pemberian maka saya menghargai kehidupan lainnya sama seperti kehidupan saya sendiri sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Untuk itu saya harus dapat bersifat manusiawi dan dapat adil kepada manusia lain untuk dapat dianggap sebagai makhluk yang beradap karna telah diberi kehidupan yang sebenarnya bukan milik saya.
Menyadari benar bahwa sisi kemanusiaan itu maka saya merasa begitu dekat dengan saudara2 saya sebangsa dan setanah air ini karna pada dasarnya kehidupan mereka juga adalah anugrah dari Yang Maha Esa sama halnya seperti saya. Persaudaraan dan kesamaan dasar inilah yang saya rasa dapat menyatukan seluruh WNI didalam satu organisasi yang telah dianugrahkan kepada seluruh penduduk yang bernaung didalam Negara Republik Indonesia ini. Persatuan yang dilakukan oleh orang-orang yang manusiawi dan adil terhadap manusia lain sehingga menghasilkan masyarakat yang beradab.
Dikarenakan begitu banyaknya orang yang terlibat dalam persatuan itu maka akan terdapat banyak kepentingan dari masing-masing orang yang menyatukan diri dalam wadah tersebut dalam hal ini adalah Negara Indonesia. Orang-orang itu kemudian dapat kita bilang sebagai rakyat atau masyarakat. Orang yang banyak itu berkumpul bermula dari kesadaran bahwa masing-masing memiliki kehidupan sebagai anugrah dari Yang Maha Esa. Untuk itu seharusnya ketika mereka mengeluarkan pendapat dan keinginan mereka didalam persatuan tadi hendaknya dipimpin oleh Hikmah (Hikmah menurut kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan nasional adalah kebijaksanaan dari Allah) jadi segala kebijaksanaan adalah juga anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu tiap-tiap orang yang berbicara dalam sebuah musyawarah hendaknya dapat mewakili manusia lain untuk itu diperlukan kebijaksanaan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain bahwa wakil-wakil tadi harus percaya dan mengerti sila pertama agar memperoleh kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Jika wakil-wakil rakyat yang bersatu dalam permusyawarakatan tadi kemudian dipilih menjadi orang yang menjadi pemimpin maka ia telah memiliki kebijaksanaan yang disadari benar diperoleh dari anugrah Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya maka segala keputusan dan “kebijaksanaan” yang dikeluarkan pemimpin tadi akan dapat memberikan keadilan bagi seluruh rakyat yang bernaung dalam persatuan kemasyarakatan Negara Republik Indonesia.
Begitulah pemahaman tentang Pancasila yang saya dapat dari salah satu ceramah keagamaan yang saya peroleh karena saya adalah seorang muslim. Saya sekarang sama halnya dengan tulisan Hamka diatas “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”
Tags: Kolot, Manusia, negara, pancasila, sejarah, Transcendent
Filed under Transcendental idealism | 13 Comments »




