before the flu

Back To Zero

  • You are here: 
  • Home
  • Manusia

Bekerja

Posted on March 3rd, 2008

Sabtu, 1 Maret 08 04.27 pagi.
Seorang sapu jalanan membersihkan sampah kota.
Seorang wanita berbaju dingin dengan mata yang tak pernah lepas dari jalan aspal.
Beberapa batuk sedikit merusak suasana hening yang di bunyikannya dengan gesekan lidi dan aspal.
Ternyata bukan satu, ternyata ada dua.
Satunya lagi seorang laki-laki separuh baya dengan rompi kuning, bunyi gesekannya tak kalah mengilukan dibanding dengan bunyi yang dikeluarkan perempuan tadi.
Awan sudah mulai bergerak dan bulan juga sudah tak terlihat.
Terpujilah pagi dengan suasananya yang sunyi.
Tak akan bertahan lama memang,
Cd dan t-shirt bawa keindahan membuat ku rindu pulang.
Dengan setan dan iblis yang sudah lama bergantung manja di bahu, bergeraklah jejaka keluarkan keringat di hari ini juga.
Biar bersih juga kau seperti pagi.

————————————————————–

note: thx buat Nail yang telah memperbolehkan diriku menggunakan photonya yang keren ini huhuhuhu. Bagi yang berniat melihat photonya lebih jelas liat aja ke blog doi langsung. :D

Tags: , , ,
Filed under chiffonier | 17 Comments »

Pancasila Sakti

Posted on February 13th, 2008

“Dengan berkat rahmat Allah”, demikian kita tuliskan pada Mukaddimah UUD 1945, kita bangsa indonesia telah mencapai kemerdekaan. Tanah air yang indah ini diakui sebagai anugrah dari Tuhan kepada kita. Lalu kita memutuskan untuk menerima pula Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada kesempatan ini saya ingin mengatakan “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”.

Sila pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan memang percaya kepada ADAnya Tuhan Yang Maha Esa, Tunggal, Satu, Widhi. Sebab itu untuk memelihara pancasila itu menurut keyakinan saya tidak ada lain jalannya yaitu menjadi muslim yang baik, seorang Muslim yang taat kepada Allah. Saya bersukur kepada Allah yang telah menganugrahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga tanah air saya ini merdeka.

Dan saya tidak dapat keluar dari garis itu atau memberi lebih dari itu. Sebagai seorang Muslim saya tidak dapat meletakkan Pancasila jadi nomor satu, lalu islam saya letakkan dibawah naungan Pancasila, melainkan sebaliknya seperti yang saya katakan tadi. Saya akan berusaha sebagai muslim sejati, niscaya tidak dapat lain saya akan jadi Pancasilais sejati.

Kalimat-kalimat diatas saya kutip dari penutup buku Prof. DR. Hamka - Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Kebenaran. Yang di keluarkan oleh yayasan idayu di Jakarta 1983 buku ini di terbitkan bersumber dari ceramah Hamka pada tanggal 30 September 1975 di gedung Kebangkitan Nasional Jakarta.

Dalam buku sejarah kita ketahui Pancasila dikemukakan oleh Ir. Soekarno saat mengemukakan Dasar-Dasar Negara Indonesia Merdeka pada saat pidatonya di sidang BPUK 1 Juni 1945. Sat itu calon presiden Indonesia 1 ini mengemukakan 5 hal yang kemudian dianggap sebagai falsafah negara setelah mengalami beberapa proses penyesuaian dan perbaikan.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan

Muh. Yamin kemudian mengusulkan nama Pancasila buat rumusan itu, penjelasan terhadap itu dikemukakan tanggal 1 juni 1945 diterima baik oleh BPUPK dan 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahir Pancasila. Kemudian Pancasila itu dirubah urutannya menurut kepentingan rakyat dan negara indonesia yang sekarang ini:

  1. Ketuhanan Yang Mahaesa
  2. Kemanusiaan Yang adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaraktan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Waktu dulu pertama kali Pancasila itu dikenalkan ke saya pada saat saya kecil dimulai dari tk terus SD dan seterusnya saya tidak dapat memahami “Pancasila Sakti” ungkapan yang sering dipakai untuk menggambarkan betapa pentingnya Rumusan tersebut dijadikan sebagai falsah negara. Akan tetapi setelah mendengar pemahaman pancasila ini dari seorang khotib di daerah kelahiran saya Pekanbaru ketika kothbah Juma’at membuat saya begitu terperangah karna Pancasila itu ternyata tidak disusun asal dan memiliki arti yang sangat mendalam.

Saya tak dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat lagi. Maka dengan demikian biarlah saya mengaku-ngaku bahwa di bawah ini adalah pengertian Pancasila menurut yang saya pahami sekarang karna pengaruh dari agama yang saya peluk. Sebagai umat muslim saya hanya mengakui satu Tuhan yaitu Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa mufrat Tunggal. Tempat berlindung dan meminta dimana kasih sayang-Nya dapat menunjukkan jalan yang lurus bagi umatnya guna meniti jembatan yang tipis dalam kehidupan yang selalu memberikan batasan-batasan yang tipis terhadap benar dan salah. Jadi kemerdekaan dan kebebasan yang didapat bangsa Indonesia ketika memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu telah memberikan saya kewarganegaraan Indonesia karna terlahir dari bapak dan ibu warga negara Indonesia. Kehidupan dan napas yang dititpkan kepada saya ketika saya dilahirkan di negara republik Indonesia yang memperoleh kemerdekaan sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa cukup membuat saya mempercayai sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai suatu falsafah hidup.

Sebagai umat beragama yang mengakui Tuhan itu Esa maka saya dapat menyadari benar bahwa saya adalah mahkluk-Nya sama seperti Warga Negara Indonesia lainnya yang dilahirkan dan memperoleh anugrah yang sama dari Tuhan yang Esa berupa kehidupan. Oleh karna kehidupan itu adalah anugrah dan pemberian maka saya menghargai kehidupan lainnya sama seperti kehidupan saya sendiri sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Untuk itu saya harus dapat bersifat manusiawi dan dapat adil kepada manusia lain untuk dapat dianggap sebagai makhluk yang beradap karna telah diberi kehidupan yang sebenarnya bukan milik saya.

Menyadari benar bahwa sisi kemanusiaan itu maka saya merasa begitu dekat dengan saudara2 saya sebangsa dan setanah air ini karna pada dasarnya kehidupan mereka juga adalah anugrah dari Yang Maha Esa sama halnya seperti saya. Persaudaraan dan kesamaan dasar inilah yang saya rasa dapat menyatukan seluruh WNI didalam satu organisasi yang telah dianugrahkan kepada seluruh penduduk yang bernaung didalam Negara Republik Indonesia ini. Persatuan yang dilakukan oleh orang-orang yang manusiawi dan adil terhadap manusia lain sehingga menghasilkan masyarakat yang beradab.

Dikarenakan begitu banyaknya orang yang terlibat dalam persatuan itu maka akan terdapat banyak kepentingan dari masing-masing orang yang menyatukan diri dalam wadah tersebut dalam hal ini adalah Negara Indonesia. Orang-orang itu kemudian dapat kita bilang sebagai rakyat atau masyarakat. Orang yang banyak itu berkumpul bermula dari kesadaran bahwa masing-masing memiliki kehidupan sebagai anugrah dari Yang Maha Esa. Untuk itu seharusnya ketika mereka mengeluarkan pendapat dan keinginan mereka didalam persatuan tadi hendaknya dipimpin oleh Hikmah (Hikmah menurut kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan nasional adalah kebijaksanaan dari Allah) jadi segala kebijaksanaan adalah juga anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu tiap-tiap orang yang berbicara dalam sebuah musyawarah hendaknya dapat mewakili manusia lain untuk itu diperlukan kebijaksanaan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain bahwa wakil-wakil tadi harus percaya dan mengerti sila pertama agar memperoleh kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jika wakil-wakil rakyat yang bersatu dalam permusyawarakatan tadi kemudian dipilih menjadi orang yang menjadi pemimpin maka ia telah memiliki kebijaksanaan yang disadari benar diperoleh dari anugrah Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya maka segala keputusan dan “kebijaksanaan” yang dikeluarkan pemimpin tadi akan dapat memberikan keadilan bagi seluruh rakyat yang bernaung dalam persatuan kemasyarakatan Negara Republik Indonesia.

Begitulah pemahaman tentang Pancasila yang saya dapat dari salah satu ceramah keagamaan yang saya peroleh karena saya adalah seorang muslim. Saya sekarang sama halnya dengan tulisan Hamka diatas “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”

Tags: , , , , ,
Filed under Transcendental idealism | 13 Comments »

French Press

Posted on February 11th, 2008

kopi press

1. Place pot on a dry, flat, non-slip surface. hold handle firmly. then pull the plugger unit straight up and out of the pot.

2. For each 1.25 dl/ 4 oz. cup , put 1 rounded tablespoon or 1 BODUM® scoop of coarse ground coffe into the pot.
CAUTION: use only coarse ground coffee. Fine grind can clog the filter and create high pressure. Place coffe maker on a heat proof. non slip surface

3. Pour hot (not boiling) water into the pot. Leave a minimum of 2,5 cm/1 inch of space at the top.Stir the brew with a plastic spoon.
CAUTION : metal spoons can scratch or chip the glass beaker and case breakage

4. Place the plunger unit on the top pf the pot. turn lid to close off the pour spout opening. (Does not apply to brazil models) Do not press down. Let the coffe brew for at least 4 minutes.

5. Hol the ot handle firmly with the spout turn away from you. then using just the weight of your hand. apply slight pressure on top of the knob to lower the plunger straight down in to the pot. Lowering the plunger slowly with minimal pressure produces best result. If the filter clogs or it becomes difficult to push down the plunger you should remove the plunger from the spot. stir the brew and then slowly plunge again.
CAUTION: Using excessive force can cause scaldingliquid to shoot out of the pot.

6. Turn the lid to open the pour spout and then pour coffe.

7. Unscrew the filter assembly and clean the plunger.

*percobaan pertama
by. dadang dan bedh
menggunakan air panas dari dispenser………. GAGAL
nggak enak.

*percobaan kedua
by. dadang
menggunakan air mendidih. dengan improvisasi sendiri ala dadang (gak boleh diganggu katanya huhuhuhu) tanpa manual.
hasil …………………… lumayan lah huhuhuhuhuu

*percobaan ketiga dan seterusnya segera menyusul
……….takut nggak bisa tidur kebanyakan minum kopi
:D

*sumber:
French Press : Starbucks Setiabudi one Jakarta (diracuni bayu dan mas2 sturbuck huhuhuhu)
Manual : BODUM

Tags: , ,
Filed under chiffonier | 24 Comments »

drive me, please……..

Posted on February 8th, 2008

masih bernafas
memberangus kehidupan dengan kebohongan dan kezaliman
cermin yang hancur berantakan
tak peduli lagi seorang sahabat yang selalu mengingatkan
sepertinya akan selalu begini temanku yang setia
atau karna kau memang terkurung di sana?

bukakan pintu itu untukku teman
jangan biarkan aku terus di sini
udara malam ini begitu sesak dan panas
tak kusadar kaki ini telah membawaku dan dirinya ke ambang pinggir jurang
tempat yang selalu kita hindari selama beberapa tahun ini
tak ada orang lain
semua ulahku dan
nafasku yang terendah yang terus dan terus memompa

perjalanan beberapa langkah belakang
membawa kan ku cermin melihatmu kembali
bawa aku pulang temanku
kaki ini tak mampu lagi memapah tubuh yang berat
hina purba dan bodoh

kali ini maukah kau membawaku lagi?

kerumah asalku dulu

asal muasal mu dulu

menangis

bersujud

Here I lay……………………
Just like always…………………….
Don’t let me……………………
Go…………………………….
Take me to the edge………….
* Passenger by. deftones

Tags: , , , ,
Filed under Halitosis | 29 Comments »

jatuhnya daun tubi

Posted on February 6th, 2008

cupid dead colourhampir semua orang pernah merasakan virus yang menyenangkan sekaligus menyakitkan ini. Kadang-kadang hal itu pada beberapa orang terjadi berulang-ulang sehingga hampir menjadi urutan kejadian yang bersifat global.

mungkin sang cupid nggak begitu kreatif sehingga selalu memberikan jalan cerita yang itu-itu aja. tapi kadang-kadang kalau lagi mood dia akan sedikit mengubah jalan ceritanya sedikit melenceng. cuma sayangnya dia nggak begitu kreatif

Read the rest of this entry »

Tags: , ,
Filed under chiffonier | 21 Comments »