Asam urat
Posted on June 16th, 2008

Asam urat atau nama lainnya yaitu arthritis gout adalah penyakit yang sudah ada sejak jaman dahulu kala, untuk waktu yang telah lama berlalu itu penyakit ini sering disebut sebagai penyakit raja-raja karna kegemeran mereka mengkonsumsi makanan enak-enak. Saya bukanlah seorang raja tapi kegemaran akan mengkonsumsi makan-makanan enak telah membuat saya harus menerima penyakit para raja ini. Sebenarnya penyakit ini di timbulkan oleh zat buangan purin dari dalam tubuh telah melebihi dari kadar normal sehingga menyebar ke dalam rongga sendi-sendi sehingga menyebabkan peradangan akut/terjadi gout. Penyakit ini selalu menyerang persendian tumit kaki saya, kalau sudah mulai sakit maka daerah di sekitar mata kaki itu akan tampak merah, mengilat, bengkak, disertai dengan rasa nyeri yang sangat hebat. Saking hebatnya membuat setiap langkah menjadi berat dan sakit. Persendian sangat sulit sekali untuk digerakkan.
Serangan ini biasanya hanya timbul sebentar, setelah meminum obat biasanya besoknya sudah hilang dan saya kembali beraktifitas seperti biasanya. Tapi kali ini doi sedikit membandel sehingga saya harus tetap merasakannya untuk beberapa hari, walaupun sudah tidak terlalu sakit tapi masih berasa kalau di bawa jalan sehingga menimbulkan rasa ngilu di dekat persendian. Hal ini lalu membuat saya memutuskan untuk memeriksakan darah ke lab. Paramitha Lab kemudian menjadi pilihan saya untuk memeriksakan darah.
Kadar normal untuk laki-laki menurut Lab ini berkisar diantara 3.5 hingga 7.2 dan diharapkan untuk tetap stabil di sekitaran angka 5. Pemeriksaan ini sedikit memakan waktu karna memang banyak yang datang ke sana, akhirnya saya terpaksa untuk datang kembali besoknya untuk mendapatkan hasil lab tersebut. Esoknya setelah menerima hasil dari lab saya dapat mengetahui kalau kadar URIC ACID (purin) yang ada di tubuh saya mencapai angka 10.6 sebuah prestasi yang tidak terlalu membanggakan.
Dokter yang ada di sana bersedia sedikit meluangkan waktunya untuk saya berkonsultasi, doi lalu menganjurkan kepada saya untuk tidak dulu buru-buru ke dokter untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk mengurangi kadar asam urat itu. Dia lebih menganjurkan ke saya untuk lebih dahulu menjalani diet. Mengurangi kadar purin di dalam darah saya dengan menjaga pola makan. Dan lebih dianjurkan lagi untuk dapat mengurangi bobot tubuh saya yang sudah makin bengkak ini.
Lebih lanjut dokter ini lalu menyarankan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa jenis makanan yang mengandung purin tinggi (>(150-800 mg/100 gram) seperti:
Segala macam jenis jeroan dan makanan-makanan laut seperti udang, cumi-cumi, kerang dan makanan-makanan kaleng termasuk sarden dan kornet, yang merupakan semua makanan-makanan favorite saya huhuhu. Doi juga menganjurkan saya untuk tidak mengkonsumsi alkohol suatu hal yang tidak berat karna memang sudah lebih dari 7 tahun saya tidak lagi pernah mengkonsumsinya.
Dokter itu lalu menganjurkan untuk membatasi mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar purin sedang (50-150 mg/100 gram) jika serangan nyeri pada persendian datang. Makanan-makanan itu dapat di temui dalam:
Kerang-kerangan, segala macam ikan yang termasuk kedalam golongan atas, daging sapi, kacang-kacangan , bayam, kangkung, buncis, tauge, ada beberapa jenis sayuran lain yang dia sebutkan tapi tak mampu saya ingat lagi.
Untuk melanjutkan hidup sehat itu ada beberapa makanan yang aman untuk saya konsumsi yaitu makanan yang memiliki kandungan purin rendah (<50-150 mg/100 gram)
Jenis makan yang dimaksudkan oleh dokter ini seperti keju, susu, telur, untuk memudahkan purin terbuang melalui urin saya juga dianjurkan untuk meminum banyak air dan buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka, dan jus buah-buahan lainnya. Untuk buah-buahan seperti durian dan alpukat juga sebaiknya dihindari karna dapat diekstrak menjadi alkohol di dalam tubuh dan juga membuat kadar lemak menjadi tinggi dan akan menambah berat badan.
Untuk keterangan lebih menjelas mengenai asam urat ini saya juga telah membaca beberapa artikel di dunia maya ini, beberapa diantaranya adalah tulisan yang kemudian saya contekuntuk membuat tulisan
ini. Huhuhuhu sekali lagi hidup mencontek.
Tags: Bodoh, Cerita, Manusia, manusia purba, Purba
Filed under chiffonier | 23 Comments »
Jalan Keras
Posted on June 10th, 2008
Muslim adalah seorang preman yang memegang teguh pendiriannya sebagai seorang preman sejati. Sering kali dia mengatakan pada anak buahnya bahwa peraturan dan hukum hanya ada di bibir saja, yang terpenting adalah prinsip dan mental. Muslim tak pernah menyelesaikan sekolahnya, terakhir ia menduduki bangku sekolah waktu itu namanya SR. Umurnya sekarang sudah mendekati angka 60 tak ada yang tau berapa umur aslinya, beberapa codet di pipi dan pundaknya hanya mengambarkan keangkeran dan lamanya ia hidup di dunia gelap.
Dengan umurnya yang tak sedikit itu sudah banyak yang ia lakukan, sejak kecil ia tak pernah meminta uang ke orang tuanya ia terlahir untuk dibesarkan di jalan. Bagi kawan seumuran muslim adalah seorang laki-laki sejati karna tak pernah membuat onar dikampungnya sendiri, orang-rang kampung selalu menganggapnya adalah seorang yang baik hati dan gemar menolong tetangga. Tak sedikit orang-orang tua yang diberinya uang dan tak sedikit pula anak-anak yang sudah disekolahkannya. Dia mengaku sudah menikahkan lebih dari 20 orang di kampungnya. Beberapa kali perang saudara di kampungnya telah berhasil di hindarkan karna campur tangannya, tak sedikit kebaikan yang sudah dibuatnya untuk kampung. Walaupun telah banya terdengar desas-desus bahwa tempat prostitusi di pinggiran kampung adalah miliknya dan beberapa kejadian perampokan truck yang melintasi jalan besar kerap dikait-kaitkan dengan dirinya orang-orang kampung selalu menutup-nutupi keberadaan muslim waktu polisi mencari informasi mengenai dirinya.
Entah bagaimana mulanya Muslim menjadi sangat rajin pergi ke mesjid, badannya yang tegap dan suaranya yang serak itu masih dapat menyembunyikan usianya sehingga penduduk kampung tetap saja terkejut melihat Muslim rajin sekali pergi kemesjid untuk sholat berjamaah. Anak-anak yang sering bermain di mesjid menjadi sangat ketakutan dan tak ada yang berani membuat gaduh sewaktu ia berada di mesjid. Hal ini dipicu satu kejadian ketika Muslim sedang mengikuti sholat Jum’at ada segerombolan pemuda tanggung asyik bercakap-cakap dan tertawa ketika khotib sedang berkotbah. Muslim tampak mendekati anak-anak muda itu dan membawa salah seorang pemuda yang paling besar suaranya ke toilet tempat mengambil wudhu. Tak tampak bekas pukulan ataupun sikssaan di muka dan tubuh anak itu, tapi semenjak itu tak nampak lagi gerombolan anak muda itu datang lagi ke mesjid duduk berkelompok.
Penduduk kampung mulai melihat muslim rajin mengikuti pengajian di mesjid, dan ia selalu pulang terakhir bersamaan dengan pengurus mesjid menutup pintu mesjid. Muslim telah menjadi sosok yang alim dan di segani oleh orang kampung dan bukan hanya sekedar takut. Para ustad serta orang-orang tua kampung selalu tampak menemani beliau bercakap-cakap sehabis sholat berjamaah, wajah mereka tak tampak sedang belajar mengaji tapi lebih tampak seperti sedang berdebat. Kening Muslim sudah mulai menghitam memberikan tanda kedalaman ilmu dan pendiriannya dalam beragama. Suatu hari terjadi perdebatan yang sengit diantara mereka dan diakhiri dengan keluarnya Muslim dari mesjid dengan muka yang keruh dan dada yang naik turun. Setelah itu penduduk desa mulai jarang melihat Muslim lagi, rumahnya juga tak lagi sering terlihat terbuka. Sejak istrinya meninggal, anak-anak muslim yang sudah besar-besar dan tinggal di kota. Muslim hanya tinggal sendiri ditemani pembantu.
Entah kenapa penduduk kampung mulai mendesas-desuskan kembali nama muslim, semua bermula dari pembakaran gereja dan di kampung tersebut. Pembakaran gereja itu berlanjut ke warung-warung hingga perternakan orang-orang tionghua. Hanya membutuhkan tak lebih dari 6 bulan tak tampak lagi penduduk desa yang beraliran agama lain selain islam yang ada di desa tersebut. Bahkan ada rumah yang baru dibangun dan belum ditumpangi tapi keesokan harinya sudah terbakar menjadi debu. Tak ada satupun orang yang dapat menjawab siapa dalang dari semua kericuhan itu atau yang lebih tepatnya berani menjawab.
Beberapa bulan kemudian terlihat ramai kegiatan di sebelah rumah Muslim, banyak orang hillir mudik dan truck-truck pasir dan batu berkeliaran di sana. Rumah bekas kebakaran telah di tertutup oleh pagar seng. Tak butuh waktu lama sebuah mesjid telah berdiri disana dengan megah. Undangan di sebarkan ke seluruh pelosok kampung untuk sholat magrib berjamaah. Pukul 6 sore mesjid telah ramai didatangi oleh penduduk dari pelosok kampung. Acara akan dimulai dengan azan magrib dan sholat berjamaah yang langsung dipimpin oleh Muslim sebagai Imam. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan makan-makan sedekahan dan juga sukuran mesjid. Adzan berkumandang ke seantero kampung, tampak pria berbaju gelap berjaga-jaga di sekitar mesjid dan menyuruh orang yang hendak mengikuti acara bergegas masuk kedalam mesjid. Banyak sekali orang yang sholat berjamaah ketika itu melebihi jamaah yang mengikuti sholat tarawih minggu pertama di bulan Ramadhan. Azan telah selesai berkumandang bersamaan dengan itu hujan turus dengan sangat derasnya sehingga tak ada satupun orang yang berada di luar mesjid dan tak mengikuti sholat magrib berjamaah. Muslim dengan kupiah putih dan sorban putihnya telah berada di tempat imam mengumandangkan takbir. Suara muslim yang serak dan keras itu dapat mengimbangi suara petir yang menggelegar di luar. Air hujan yang turun sangat dengat deras juga tak terlalu membawa pengaruh yang hebat pada kekhusukan jamaah, diawali sebuah petir yang sangat keras sehingga membuat kaca-kaca mesjid ikut bergetar. Tiba-tiba terdengar sebuah benda pecah diikuti bunyi tubuh yang roboh kelantai. Ternyata lampu kristal yang berharga puluhan juta itu telah jatuh dan menimpa Muslim yang sedang memimpin sholat berjamaah di mihrab. Lampu itu jatuh tepat mengenai kepalanya Muslim roboh dengan kepala dihimpit oleh batu kristal.
Tags: Cerita, keras, Kolot, Manusia, manusia purba, preman, Puritan, tobat
Filed under chiffonier | 6 Comments »




