nonton sirkus
Posted on February 19th, 2008

*gambar diambil dari sini.
huhuhu besok janjian ma Anda dan si Hitam nonton sirkus.
menyenangkan pasti
bisa motret-motret lagi.
tapi disana pasti ada badut.
huhuhuh
menyeramkan
dulu waktu kecil takut sekali liat badut sirkus.
sekarang masih takut nggak yah?
mudah2an nggak terlalu menakutkan
seperti yang masih tersisa di memory.
tapi kmaren janjiannya jam berapa yah?
hayyah lupa gini,
sepertinya nggak kan pagi atau siang juga
soalna pasti diantara kita betiga belum ada yang
bangun jam segitu
huhuhuhu
Tags: Bodoh, favorite, konser, Purba
Filed under chiffonier | 35 Comments »
Contekan Batavia
Posted on February 15th, 2008
dapat contekan sewaktu pulang menggunakan perusahaan air lines satu ini. iseng-iseng melihat bacaan majalah berjudul batavia ini ada satu artikel yang menarik sekali cuma sayang lupa judul nya apa ![]()
artikel ini mengenai bagaimana memanfaatkan waktu. berikut adalah beberapa yang masih dapat saya selamatkan dari artikel tersebut.
Kekayaan yang hilang dapat diperoleh kembali dengan berlaku hemat dan rajin. kesehatan yang hilang juga dapat disembuhkan dengan berobat. Tapi waktu yang hlang atau terbuang sia-sia tak dapat dikembalikan kembali.
Tiap-tiap orang memiliki jatah waktu yang sama tiap harinya 24 jam sehari atau 1440 menit sehari. Untuk itu hendaknya kita dapat memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya untuk kesejahteraan fisik maupun non fisik material maupun non material. Dalam artikel ini memberikan sedikit panduan dalam memanfaatkan waktu dalam melaksanakan pekerjaan agar pekerjaan itu dapat memberikan asil yang maksimal.
Panduan tersebut dapat di kelompokkan ke dalam tiga hal:
1. Jangan menunda-nunda pekerjaan
2. Selalu fokus pada prioritas
3. Tidak keluar jalur dengan membuat plan schedule.
Deckan Treachy mengungkapkan bahwa sering kali waktu berlalu begitu cepat saat kita sedang melakukan suatu. Pertemuan, telephone, interupsi, penangguhan, kertas kerja kecil-kecil, kemelut kesalahan job desk, ingin tampil sempurna, dan gangguan merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. dan ia menyebutnya sebagai “Pencuri Waktu”. Hal-hal yang selalu dianggap sepele tapi berhasil mencuri waktu kita.
Artikel yang sangat bagus sekali yang saya dapat dari sebuah majalah resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan airlines ini. Anehnya setelah beberapa kali menggunakan jasa penerbangan ini artikel ini tak diterapkan dengan baik. Untuk orang/perusahaan yang memiliki pengetahuan tentang manajemen waktu Batavia ini terlalu rajin mengabaikan waktu penumpangnya. Seingat saya selama 3 kali menggunakan pelayanan penerbangan mereka tak pernah satu kalipun mereka on time dan dengan suksess nya mereka menanamkan image kepada saya bahwa mereka adalah perusahaan penerbangan yang selalu konsukwen menetapkan “delay” lebih dari 1 jam di tiap schedule penerbangan mereka yang saya ikuti.
tak punya niat untuk menjelek-jelekkan perusahaan penerbangan ini tapi mereka ternyata telah memberikan image yang jelek kepada saya. Ternyata pengetahuan bila tak di amalkan dapat menjadi keindahan yang tak dapat memberikan rasa nyaman. Maafkan aku batavia dirimu mengecawakan dan membuatku jera.
hik….hik….. padahal pramugarimu cantik-cantik huhuhuhuhu.
Tags: Bodoh, favorite, negara, Purba, Transcendent
Filed under chiffonier | 35 Comments »
happy Valentine
Posted on February 13th, 2008
cihuyyyy
bisa valentinan ma mak.
kangen ih,
love u mom.
love u too Pekanbaru.
huhuhuhuhuhuhu
wat semua happy valentine juga yahhhhh
love You too
pict diambil dari designoftheday
Tags: galau, Kolot
Filed under chiffonier | 25 Comments »
Pancasila Sakti
Posted on February 13th, 2008
“Dengan berkat rahmat Allah”, demikian kita tuliskan pada Mukaddimah UUD 1945, kita bangsa indonesia telah mencapai kemerdekaan. Tanah air yang indah ini diakui sebagai anugrah dari Tuhan kepada kita. Lalu kita memutuskan untuk menerima pula Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada kesempatan ini saya ingin mengatakan “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”.
Sila pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan memang percaya kepada ADAnya Tuhan Yang Maha Esa, Tunggal, Satu, Widhi. Sebab itu untuk memelihara pancasila itu menurut keyakinan saya tidak ada lain jalannya yaitu menjadi muslim yang baik, seorang Muslim yang taat kepada Allah. Saya bersukur kepada Allah yang telah menganugrahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga tanah air saya ini merdeka.
Dan saya tidak dapat keluar dari garis itu atau memberi lebih dari itu. Sebagai seorang Muslim saya tidak dapat meletakkan Pancasila jadi nomor satu, lalu islam saya letakkan dibawah naungan Pancasila, melainkan sebaliknya seperti yang saya katakan tadi. Saya akan berusaha sebagai muslim sejati, niscaya tidak dapat lain saya akan jadi Pancasilais sejati.
Kalimat-kalimat diatas saya kutip dari penutup buku Prof. DR. Hamka - Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Kebenaran. Yang di keluarkan oleh yayasan idayu di Jakarta 1983 buku ini di terbitkan bersumber dari ceramah Hamka pada tanggal 30 September 1975 di gedung Kebangkitan Nasional Jakarta.
Dalam buku sejarah kita ketahui Pancasila dikemukakan oleh Ir. Soekarno saat mengemukakan Dasar-Dasar Negara Indonesia Merdeka pada saat pidatonya di sidang BPUK 1 Juni 1945. Sat itu calon presiden Indonesia 1 ini mengemukakan 5 hal yang kemudian dianggap sebagai falsafah negara setelah mengalami beberapa proses penyesuaian dan perbaikan.
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau peri kemanusiaan
- Mufakat atau demokrasi
- Kesejahteraan sosial
- Ketuhanan
Muh. Yamin kemudian mengusulkan nama Pancasila buat rumusan itu, penjelasan terhadap itu dikemukakan tanggal 1 juni 1945 diterima baik oleh BPUPK dan 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahir Pancasila. Kemudian Pancasila itu dirubah urutannya menurut kepentingan rakyat dan negara indonesia yang sekarang ini:
- Ketuhanan Yang Mahaesa
- Kemanusiaan Yang adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaraktan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Waktu dulu pertama kali Pancasila itu dikenalkan ke saya pada saat saya kecil dimulai dari tk terus SD dan seterusnya saya tidak dapat memahami “Pancasila Sakti” ungkapan yang sering dipakai untuk menggambarkan betapa pentingnya Rumusan tersebut dijadikan sebagai falsah negara. Akan tetapi setelah mendengar pemahaman pancasila ini dari seorang khotib di daerah kelahiran saya Pekanbaru ketika kothbah Juma’at membuat saya begitu terperangah karna Pancasila itu ternyata tidak disusun asal dan memiliki arti yang sangat mendalam.
Saya tak dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat lagi. Maka dengan demikian biarlah saya mengaku-ngaku bahwa di bawah ini adalah pengertian Pancasila menurut yang saya pahami sekarang karna pengaruh dari agama yang saya peluk. Sebagai umat muslim saya hanya mengakui satu Tuhan yaitu Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa mufrat Tunggal. Tempat berlindung dan meminta dimana kasih sayang-Nya dapat menunjukkan jalan yang lurus bagi umatnya guna meniti jembatan yang tipis dalam kehidupan yang selalu memberikan batasan-batasan yang tipis terhadap benar dan salah. Jadi kemerdekaan dan kebebasan yang didapat bangsa Indonesia ketika memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu telah memberikan saya kewarganegaraan Indonesia karna terlahir dari bapak dan ibu warga negara Indonesia. Kehidupan dan napas yang dititpkan kepada saya ketika saya dilahirkan di negara republik Indonesia yang memperoleh kemerdekaan sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa cukup membuat saya mempercayai sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai suatu falsafah hidup.
Sebagai umat beragama yang mengakui Tuhan itu Esa maka saya dapat menyadari benar bahwa saya adalah mahkluk-Nya sama seperti Warga Negara Indonesia lainnya yang dilahirkan dan memperoleh anugrah yang sama dari Tuhan yang Esa berupa kehidupan. Oleh karna kehidupan itu adalah anugrah dan pemberian maka saya menghargai kehidupan lainnya sama seperti kehidupan saya sendiri sebagai suatu pemberian dari Tuhan. Untuk itu saya harus dapat bersifat manusiawi dan dapat adil kepada manusia lain untuk dapat dianggap sebagai makhluk yang beradap karna telah diberi kehidupan yang sebenarnya bukan milik saya.
Menyadari benar bahwa sisi kemanusiaan itu maka saya merasa begitu dekat dengan saudara2 saya sebangsa dan setanah air ini karna pada dasarnya kehidupan mereka juga adalah anugrah dari Yang Maha Esa sama halnya seperti saya. Persaudaraan dan kesamaan dasar inilah yang saya rasa dapat menyatukan seluruh WNI didalam satu organisasi yang telah dianugrahkan kepada seluruh penduduk yang bernaung didalam Negara Republik Indonesia ini. Persatuan yang dilakukan oleh orang-orang yang manusiawi dan adil terhadap manusia lain sehingga menghasilkan masyarakat yang beradab.
Dikarenakan begitu banyaknya orang yang terlibat dalam persatuan itu maka akan terdapat banyak kepentingan dari masing-masing orang yang menyatukan diri dalam wadah tersebut dalam hal ini adalah Negara Indonesia. Orang-orang itu kemudian dapat kita bilang sebagai rakyat atau masyarakat. Orang yang banyak itu berkumpul bermula dari kesadaran bahwa masing-masing memiliki kehidupan sebagai anugrah dari Yang Maha Esa. Untuk itu seharusnya ketika mereka mengeluarkan pendapat dan keinginan mereka didalam persatuan tadi hendaknya dipimpin oleh Hikmah (Hikmah menurut kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan nasional adalah kebijaksanaan dari Allah) jadi segala kebijaksanaan adalah juga anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu tiap-tiap orang yang berbicara dalam sebuah musyawarah hendaknya dapat mewakili manusia lain untuk itu diperlukan kebijaksanaan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain bahwa wakil-wakil tadi harus percaya dan mengerti sila pertama agar memperoleh kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Jika wakil-wakil rakyat yang bersatu dalam permusyawarakatan tadi kemudian dipilih menjadi orang yang menjadi pemimpin maka ia telah memiliki kebijaksanaan yang disadari benar diperoleh dari anugrah Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya maka segala keputusan dan “kebijaksanaan” yang dikeluarkan pemimpin tadi akan dapat memberikan keadilan bagi seluruh rakyat yang bernaung dalam persatuan kemasyarakatan Negara Republik Indonesia.
Begitulah pemahaman tentang Pancasila yang saya dapat dari salah satu ceramah keagamaan yang saya peroleh karena saya adalah seorang muslim. Saya sekarang sama halnya dengan tulisan Hamka diatas “saya menerima Pancasila sebab saya ini seorang Muslim”
Tags: Kolot, Manusia, negara, pancasila, sejarah, Transcendent
Filed under Transcendental idealism | 13 Comments »
French Press
Posted on February 11th, 2008

1. Place pot on a dry, flat, non-slip surface. hold handle firmly. then pull the plugger unit straight up and out of the pot.
2. For each 1.25 dl/ 4 oz. cup , put 1 rounded tablespoon or 1 BODUM® scoop of coarse ground coffe into the pot.
CAUTION: use only coarse ground coffee. Fine grind can clog the filter and create high pressure. Place coffe maker on a heat proof. non slip surface
3. Pour hot (not boiling) water into the pot. Leave a minimum of 2,5 cm/1 inch of space at the top.Stir the brew with a plastic spoon.
CAUTION : metal spoons can scratch or chip the glass beaker and case breakage
4. Place the plunger unit on the top pf the pot. turn lid to close off the pour spout opening. (Does not apply to brazil models) Do not press down. Let the coffe brew for at least 4 minutes.
5. Hol the ot handle firmly with the spout turn away from you. then using just the weight of your hand. apply slight pressure on top of the knob to lower the plunger straight down in to the pot. Lowering the plunger slowly with minimal pressure produces best result. If the filter clogs or it becomes difficult to push down the plunger you should remove the plunger from the spot. stir the brew and then slowly plunge again.
CAUTION: Using excessive force can cause scaldingliquid to shoot out of the pot.
6. Turn the lid to open the pour spout and then pour coffe.
7. Unscrew the filter assembly and clean the plunger.
*percobaan pertama
by. dadang dan bedh
menggunakan air panas dari dispenser………. GAGAL
nggak enak.
*percobaan kedua
by. dadang
menggunakan air mendidih. dengan improvisasi sendiri ala dadang (gak boleh diganggu katanya huhuhuhu) tanpa manual.
hasil …………………… lumayan lah huhuhuhuhuu
*percobaan ketiga dan seterusnya segera menyusul
……….takut nggak bisa tidur kebanyakan minum kopi
![]()
*sumber:
French Press : Starbucks Setiabudi one Jakarta (diracuni bayu dan mas2 sturbuck huhuhuhu)
Manual : BODUM
Tags: Bodoh, favorite, Manusia
Filed under chiffonier | 24 Comments »





